Mahasiswa Edukasi Anti Bullying dan Hidup Sehat
marihidupsehat.web.id Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 51 Universitas Malikussaleh menggelar kegiatan sosialisasi interaktif bertema anti bullying dan penerapan pola hidup sehat bagi siswa sekolah dasar. Kegiatan ini berlangsung di SD Negeri 5 Muara Satu yang berada di Gampong Padang Sakti, Kota Lhokseumawe.
Sosialisasi tersebut dirancang sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pendidikan karakter sejak usia dini. Melalui pendekatan yang komunikatif dan menyenangkan, para mahasiswa berupaya menanamkan nilai saling menghormati, empati, serta kebiasaan hidup sehat kepada para siswa.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan para siswa yang terlihat antusias mengikuti rangkaian materi yang disampaikan.
Edukasi Sejak Dini Jadi Kunci Pencegahan
Bullying masih menjadi persoalan serius di lingkungan pendidikan. Perilaku saling mengejek, mengucilkan, hingga tindakan kekerasan kerap muncul tanpa disadari anak-anak sebagai perbuatan yang menyakiti orang lain.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN menekankan pentingnya mengenali bentuk-bentuk bullying sejak dini. Anak-anak diajak memahami bahwa setiap individu memiliki perasaan yang harus dihargai.
Pendekatan edukasi sejak usia sekolah dasar dinilai sangat efektif karena karakter anak masih dalam tahap pembentukan. Nilai-nilai positif yang ditanamkan sejak awal akan melekat hingga mereka tumbuh dewasa.
Materi Interaktif dan Mudah Dipahami
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyampaikan materi dengan metode interaktif. Penyampaian dilakukan melalui permainan edukatif, diskusi ringan, dan contoh kasus sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Anak-anak diajak berdialog tentang pengalaman mereka di sekolah, cara bersikap ketika melihat teman diejek, serta bagaimana menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.
Metode ini membuat siswa lebih mudah memahami pesan yang disampaikan dibandingkan penyuluhan satu arah. Suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan.
Menanamkan Nilai Saling Menghormati
Salah satu pesan utama yang ditekankan adalah pentingnya saling menghormati dalam pertemanan. Mahasiswa menjelaskan bahwa perbedaan fisik, latar belakang, maupun kemampuan bukan alasan untuk merendahkan orang lain.
Anak-anak diajak memahami bahwa setiap teman memiliki kelebihan dan kekurangan. Sikap saling membantu dan menghargai akan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Nilai empati menjadi fondasi utama dalam mencegah munculnya perilaku bullying di lingkungan pendidikan.
Edukasi Pola Hidup Sehat
Selain tema anti bullying, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat. Materi ini meliputi kebiasaan makan yang seimbang, pentingnya sarapan, konsumsi sayur dan buah, serta menjaga kebersihan diri.
Siswa diajak memahami bahwa kesehatan berperan besar dalam mendukung proses belajar. Anak yang sehat akan lebih mudah berkonsentrasi dan memiliki energi untuk beraktivitas.
Edukasi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Kebiasaan Sehat dalam Kehidupan Sehari-hari
Mahasiswa juga memberikan contoh kebiasaan sehat yang dapat diterapkan di rumah dan sekolah. Mulai dari mencuci tangan sebelum makan, membawa bekal sehat, hingga rutin berolahraga ringan.
Anak-anak diajak memahami bahwa hidup sehat tidak harus mahal. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat besar bagi tubuh.
Melalui pemahaman ini, diharapkan siswa mampu membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini.
Pernyataan Ketua Kelompok KKN
Ketua kelompok KKN 51, Nanda Setia Saputra, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah produktif dalam membangun karakter generasi muda. Menurutnya, pembentukan karakter dan kebiasaan hidup sehat harus dimulai sejak dini agar menjadi bagian dari pola hidup anak-anak.
Ia menegaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan membantu siswa mengenali dampak buruk bullying serta membiasakan perilaku hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan pendidikan di wilayah tempat mereka menjalankan pengabdian masyarakat.
Peran Mahasiswa dalam Pengabdian Masyarakat
Kegiatan ini mencerminkan peran aktif mahasiswa sebagai agen perubahan sosial. Melalui program KKN, mahasiswa tidak hanya belajar beradaptasi dengan masyarakat, tetapi juga turut memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan.
Pengabdian semacam ini dinilai mampu memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Sekolah menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai positif yang berdampak jangka panjang.
Kehadiran mahasiswa di tengah siswa memberikan inspirasi sekaligus motivasi bagi anak-anak untuk terus belajar dan bermimpi lebih besar.
Dukungan dari Pihak Sekolah
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan sosialisasi ini. Guru menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini.
Sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar pesan anti bullying dan hidup sehat semakin tertanam kuat.
Kolaborasi antara mahasiswa dan sekolah dinilai mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Harapan ke Depan
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap siswa dapat menjadi pribadi yang lebih peduli terhadap sesama dan lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan.
Nilai-nilai yang ditanamkan diharapkan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di lingkungan sekitar.
Dengan karakter yang kuat dan tubuh yang sehat, generasi muda diharapkan mampu tumbuh menjadi individu yang berakhlak baik dan produktif.
Penutup
Sosialisasi anti bullying dan pola hidup sehat yang dilakukan mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh menjadi langkah nyata dalam membangun generasi yang berkarakter dan peduli kesehatan. Melalui pendekatan interaktif dan edukatif, anak-anak diajak memahami pentingnya saling menghormati serta menjaga kebiasaan hidup sehat.
Kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan karakter dan kesehatan dapat berjalan beriringan. Dengan dukungan semua pihak, upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan sehat dapat terwujud secara berkelanjutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform olahraga.online
