Revitalisasi Lapangan Gaspa Palopo Rampung, Siap Dipakai
Pelaksanaan revitalisasi Lapangan Gaspa di Kota Palopo akhirnya rampung dan memasuki tahap finishing. Lapangan yang selama ini menjadi kebanggaan warga Palopo kini kembali siap digunakan oleh masyarakat. Kehadiran fasilitas olahraga yang lebih representatif ini menjadi kabar baik, terutama bagi warga yang menjadikan Lapangan Gaspa sebagai ruang publik utama untuk aktivitas olahraga dan kegiatan sosial.
Pembangunan lapangan tersebut telah selesai sehingga Lapangan Gaspa kini bisa difungsikan, meskipun masih menunggu pemasangan rumput sintetis sebagai bagian akhir dari penyempurnaan fasilitas. Dengan rampungnya revitalisasi ini, masyarakat Palopo diharapkan dapat segera merasakan manfaat nyata dari perbaikan sarana olahraga yang telah lama dinantikan.
Revitalisasi Lapangan Gaspa merupakan salah satu proyek strategis yang didukung melalui bantuan keuangan APBD Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2025. Nilai bantuan yang dialokasikan mencapai Rp3,5 miliar. Dana tersebut diperuntukkan tidak hanya bagi pembenahan Lapangan Gaspa sebagai sarana olahraga utama, tetapi juga untuk penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kerap tumbuh di sekitar kawasan ruang publik.
Lapangan olahraga di kota-kota berkembang seperti Palopo bukan sekadar tempat bermain bola atau berlari. Lebih dari itu, lapangan menjadi titik temu masyarakat, ruang interaksi lintas generasi, dan pusat kegiatan komunitas. Karena itu, revitalisasi Lapangan Gaspa dapat dipandang sebagai investasi sosial yang berdampak luas, bukan hanya proyek fisik semata.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman, menyampaikan rasa syukur atas selesainya perbaikan sarana olahraga tersebut. Ia menegaskan bahwa bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Sulsel kepada Pemerintah Kota Palopo merupakan bentuk komitmen dalam mendukung fasilitas publik yang menunjang kualitas hidup masyarakat.
“Alhamdulillah melalui Bantuan Keuangan Pemprov Sulsel kepada Pemkot Palopo melakukan perbaikan sarana olahraga pada Lapangan Gaspa,” ujar Andi Sudirman pada Kamis, 12 Februari 2026.
Pernyataan ini menegaskan bahwa pembangunan fasilitas olahraga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kota, tetapi juga membutuhkan dukungan sinergi dari pemerintah provinsi. Kolaborasi semacam ini menjadi contoh bagaimana pembangunan daerah dapat berjalan lebih cepat ketika koordinasi antarlevel pemerintahan terjalin dengan baik.
Andi Sudirman juga memberikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Kota Palopo atas koordinasi dan sinergitas yang dinilai efektif, sehingga proyek revitalisasi Lapangan Gaspa bisa rampung sesuai harapan. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota.
“Apresiasi Walikota Ibu Naili Trisal bersama seluruh jajaran atas sinergitasnya,” ucapnya.
Revitalisasi ini diharapkan bukan hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga memberikan ruang yang lebih nyaman bagi masyarakat untuk beraktivitas. Dalam beberapa tahun terakhir, isu gaya hidup sehat semakin menjadi perhatian. Kota-kota didorong untuk menyediakan fasilitas publik yang mendorong warganya aktif bergerak, berolahraga, dan menjauhi pola hidup sedentari atau malas gerak.
Andi Sudirman pun menekankan bahwa Lapangan Gaspa dapat menjadi sarana penting bagi warga Palopo untuk membangun pola hidup sehat. Ia berharap lapangan tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
“Semoga dapat menjadi sarana anti malas gerak bagi warga untuk pola hidup sehat yang lebih baik,” tambahnya.
Selain manfaat kesehatan, revitalisasi Lapangan Gaspa juga membawa potensi ekonomi. Kehadiran ruang publik yang lebih tertata sering kali menjadi magnet bagi aktivitas UMKM. Pedagang kecil, pelaku usaha kuliner, hingga komunitas kreatif dapat memanfaatkan kawasan sekitar lapangan sebagai ruang ekonomi baru.
Dengan dukungan dana yang juga diarahkan untuk penguatan UMKM, proyek ini memiliki dimensi pembangunan yang lebih luas. Lapangan bukan hanya tempat olahraga, tetapi juga dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi rakyat, khususnya bagi usaha kecil yang menggantungkan pendapatan dari keramaian ruang publik.
Masyarakat Palopo kini memiliki fasilitas yang lebih modern dan layak, yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan seperti olahraga rutin, turnamen lokal, acara komunitas, hingga aktivitas keluarga di akhir pekan. Lapangan Gaspa berpotensi menjadi ikon baru ruang terbuka kota yang sehat, produktif, dan inklusif.
Ke depan, tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitas ini dijaga dan dirawat secara berkelanjutan. Revitalisasi fisik hanyalah langkah awal. Pemanfaatan yang tertib, perawatan rutin, serta keterlibatan masyarakat akan menentukan apakah Lapangan Gaspa benar-benar menjadi ruang publik yang hidup dan terus memberi manfaat jangka panjang.
Rampungnya revitalisasi Lapangan Gaspa menjadi simbol bahwa pembangunan daerah tidak selalu harus berupa proyek besar dan megah. Kadang, perbaikan fasilitas sederhana yang dekat dengan masyarakat justru membawa dampak paling nyata. Dengan lapangan yang kini siap digunakan, warga Palopo mendapatkan kembali ruang penting untuk sehat, aktif, dan membangun kebersamaan.
Baca juga : Puskesmas Rajeg Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi Karyawan
Cek Juga Artikel Dari Platform : baliutama

