Psikolog: Penting Jaga Kesehatan Mental Saat Hadapi Bencana

marihidupsehat – Menghadapi situasi bencana bukan hanya soal menyelamatkan fisik dan harta benda, namun juga tentang bagaimana menjaga ketangguhan mental agar tetap stabil di tengah tekanan. Seorang pakar psikologi menekankan bahwa trauma pasca bencana sering kali tidak terlihat secara kasat mata, namun dampaknya bisa sangat mendalam jika tidak segera ditangani. Menjaga kesehatan mental menjadi fondasi utama agar para penyintas mampu bangkit kembali dan menjalani proses pemulihan dengan lebih efektif setelah mengalami peristiwa yang mengguncang emosi.
Psikolog tersebut membagikan beberapa poin penting yang harus diperhatikan masyarakat dalam menjaga stabilitas mental saat situasi darurat:
- Validasi Perasaan Diri: Merasa takut, sedih, atau cemas adalah respons yang normal saat bencana terjadi. Penting bagi setiap individu untuk mengakui perasaan tersebut daripada menekannya secara pakar.
- Batasi Paparan Informasi Berlebih: Terus-menerus melihat berita buruk atau video bencana secara berulang dapat meningkatkan level stres dan memicu kepanikan yang tidak perlu. Sebaiknya pilih sumber informasi yang resmi dan kurangi konsumsi media sosial jika mulai merasa cemas.
- Jalin Komunikasi dengan Orang Terdekat: Berbagi cerita atau sekadar berbicara dengan anggota keluarga dan teman dapat meringankan beban pikiran. Dukungan sosial merupakan faktor terkuat dalam mempercepat pemulihan psikologis.
- Fokus pada Hal yang Bisa Dikendalikan: Dalam situasi kacau, cobalah fokus pada langkah-langkah kecil yang bisa dilakukan, seperti menjaga kebersihan diri atau mengatur barang bawaan, guna memberikan rasa kendali atas keadaan.
Langkah mitigasi kesehatan mental ini diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam program bantuan bencana pemerintah maupun lembaga kemanusiaan. Selain memberikan bantuan logistik, penyediaan layanan psikososial di pengungsian sangat krusial untuk mencegah terjadinya gangguan stres pasca trauma yang berkepanjangan. Dengan mental yang sehat, masyarakat akan memiliki daya juang yang lebih kuat untuk menata kembali kehidupan mereka setelah masa krisis berakhir.
