Posko Kesehatan Polri Fokus Cegah ISPA di Aceh Tamiang
Penanganan kesehatan menjadi salah satu prioritas utama dalam situasi pascabencana, terutama di wilayah yang terdampak banjir dalam waktu cukup lama. Kondisi lingkungan yang lembap, berlumpur, dan berdebu setelah air surut berpotensi memicu berbagai penyakit, salah satunya infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA. Di Kabupaten Aceh Tamiang, risiko ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian melalui pengoperasian posko kesehatan di wilayah bencana.
Posko kesehatan yang dikelola oleh Polri memfokuskan upaya pencegahan ISPA bagi masyarakat terdampak banjir serta anggota kepolisian yang bertugas di lapangan. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya jumlah keluhan pernapasan ringan yang dialami warga setelah banjir surut.
Keluhan ISPA Dominasi Pasien Pascabanjir
Dokter kepolisian yang bertugas di posko kesehatan Aceh Tamiang, Asia Rahma Malawat, menyampaikan bahwa sebagian besar pasien yang datang mengalami keluhan pernapasan ringan. Keluhan tersebut meliputi batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan.
Menurutnya, kondisi pascabanjir sangat mendukung munculnya gangguan pernapasan. Lingkungan yang sebelumnya tergenang air kini mengering dan menghasilkan debu. Debu tersebut mudah beterbangan, terutama saat dilalui kendaraan, sehingga meningkatkan risiko iritasi saluran pernapasan.
Keluhan ISPA tidak hanya dialami masyarakat, tetapi juga anggota Polri yang terlibat langsung dalam penanganan bencana. Aktivitas di lapangan yang padat, paparan debu, serta kelelahan menjadi faktor pendukung munculnya gangguan kesehatan.
Posko Kesehatan Hadir Sejak Awal Tanggap Darurat
Posko kesehatan Polri di Kabupaten Aceh Tamiang telah didirikan sejak awal penanganan pascabanjir. Posko ini menjadi bagian dari upaya terpadu Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana.
Selain melayani warga, posko juga berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan bagi anggota Polri yang bertugas. Dengan demikian, kesiapan fisik dan kesehatan personel tetap terjaga selama menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah bencana.
Keberadaan posko kesehatan ini menjadi bukti bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada evakuasi dan pengamanan, tetapi juga pada aspek kesehatan yang berkelanjutan.
Fasilitas Medis dan Obat Lengkap di Posko
Meski berada dalam kondisi darurat, pelayanan kesehatan di posko Polri tetap dilengkapi dengan fasilitas medis yang memadai. Dokter Asia Rahma menegaskan bahwa posko menyediakan penanganan medis awal yang cukup lengkap.
Fasilitas yang tersedia meliputi cairan infus, obat antinyeri, obat maag, serta obat-obatan kedaruratan lainnya. Selain itu, posko juga menyediakan obat untuk keluhan umum seperti batuk, pilek, diare, nyeri lambung, dan nyeri badan.
Salah satu keluhan yang cukup tinggi pascabanjir adalah penyakit jamur kaki. Kondisi kaki yang sering terendam air dan lembap memicu infeksi jamur. Untuk itu, posko kesehatan menyediakan salep khusus guna menangani keluhan tersebut.
Pencegahan Dini Melalui Pembagian Masker
Upaya pencegahan ISPA tidak hanya dilakukan melalui pengobatan, tetapi juga melalui langkah preventif. Dokter Meyrina Dwi Yanti, personel Bidokkes Polda Jawa Barat yang juga bertugas di Aceh Tamiang, menjelaskan bahwa setiap pasien yang datang ke posko diberikan masker.
Pembagian masker dilakukan sebagai langkah pencegahan dini terhadap ISPA. Debu yang beterbangan akibat tanah mengering menjadi salah satu pemicu utama gangguan pernapasan di wilayah pascabanjir. Dengan menggunakan masker, paparan debu dapat dikurangi secara signifikan.
Langkah sederhana ini dinilai efektif untuk menekan risiko penularan dan memperparah gejala ISPA, terutama di lingkungan yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana.
Edukasi Kesehatan bagi Warga dan Petugas
Selain layanan medis dan pembagian masker, posko kesehatan Polri juga memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat dan anggota Polri. Edukasi ini mencakup imbauan menjaga kebersihan diri, membatasi aktivitas di area berdebu, serta segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan kesehatan.
Dokter Meyrina menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh selama masa pemulihan bencana. Istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi, serta penggunaan alat pelindung diri sederhana seperti masker menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan.
Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi penyakit pascabanjir, khususnya gangguan pernapasan.
Peran Bidokkes dalam Penanganan Bencana
Keterlibatan Bidokkes Polri dalam penanganan bencana menunjukkan peran strategis tenaga kesehatan kepolisian. Melalui skema bantuan kendali operasi, tenaga medis dari berbagai daerah dapat diterjunkan ke wilayah terdampak sesuai kebutuhan.
Di Aceh Tamiang, personel Bidokkes Polda Jawa Barat bertugas membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan aparat setempat. Kolaborasi lintas wilayah ini memungkinkan penanganan kesehatan dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.
Keberadaan tenaga medis Polri di lapangan juga memperkuat sistem kesehatan darurat, terutama di daerah yang fasilitas kesehatannya masih terdampak bencana.
Menjaga Kesehatan di Tengah Masa Pemulihan
Dokter Meyrina Dwi Yanti mengimbau masyarakat dan anggota Polri yang masih bertugas di wilayah bencana untuk selalu menjaga kesehatan. Masa pemulihan pascabanjir sering kali berlangsung cukup lama dan penuh tantangan.
Dengan menjaga kesehatan, masyarakat dapat kembali beraktivitas secara bertahap, sementara petugas dapat terus menjalankan tugas kemanusiaan dengan optimal. Pencegahan penyakit seperti ISPA menjadi kunci agar dampak bencana tidak berkepanjangan.
Penutup: Fokus Pencegahan untuk Lindungi Masyarakat
Fokus posko kesehatan Polri pada pencegahan ISPA di Aceh Tamiang menunjukkan pendekatan kesehatan yang proaktif dan berorientasi jangka panjang. Tidak hanya mengobati, tetapi juga mencegah munculnya penyakit pascabanjir yang berpotensi meluas.
Melalui layanan medis, pembagian masker, dan edukasi kesehatan, Polri berupaya melindungi masyarakat di tengah kondisi lingkungan yang masih rentan. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya pemulihan pascabencana yang menyeluruh, dengan kesehatan masyarakat sebagai prioritas utama.
Baca Juga : Gorontalo Optimalkan Layanan Kesehatan Warga Desa
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : faktagosip

