Perkuat Pencegahan Stunting Berbasis Masyarakat
Stunting sebagai Tantangan Pascabencana
Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga memunculkan risiko kesehatan jangka panjang, salah satunya stunting. Kondisi ini kerap luput dari perhatian karena dampaknya tidak langsung terlihat. Padahal, anak-anak dan ibu hamil yang terdampak bencana berada dalam posisi paling rentan mengalami gangguan gizi.
Stunting merupakan persoalan kesehatan yang kompleks dan bersifat jangka panjang. Dampaknya bukan hanya pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga pada perkembangan kognitif dan produktivitas di masa depan. Oleh karena itu, upaya pencegahan stunting pascabencana harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan, dengan melibatkan keluarga serta komunitas setempat.
Pencegahan Stunting Butuh Perubahan Perilaku
Pencegahan stunting tidak dapat dilakukan secara instan. EVP Corporate Communication dan Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menegaskan bahwa pencegahan stunting merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan perubahan perilaku gizi dan kesehatan di tingkat keluarga dan komunitas.
Menurutnya, intervensi yang hanya bersifat sementara tidak cukup untuk menjawab persoalan stunting, terutama di wilayah terdampak bencana. Diperlukan pendekatan yang mampu membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya asupan gizi seimbang, perawatan kesehatan ibu dan anak, serta pola hidup sehat yang berkelanjutan.
Kampanye Ayo Cegah Stunting di Sumatra Barat
Sebagai bagian dari komitmen sosial, Bakti BCA menggelar kampanye “Ayo Cegah Stunting” di Nagari Guguak, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat. Kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat pascabencana, khususnya dalam penguatan kapasitas keluarga dan komunitas dalam mencegah stunting.
Kampanye ini tidak hanya berfokus pada anak balita, tetapi mencakup seluruh siklus kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak memasuki usia remaja. Pendekatan ini dianggap penting karena pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, bahkan sebelum anak dilahirkan.
Penguatan Kapasitas dan Kemandirian Masyarakat
Salah satu tujuan utama dari kampanye Ayo Cegah Stunting adalah memperkuat kemandirian masyarakat. Melalui edukasi gizi dan kesehatan, masyarakat didorong untuk menjadi subjek utama dalam upaya pencegahan stunting, bukan sekadar penerima bantuan.
Penguatan kapasitas ini dilakukan melalui pelibatan kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta individu-individu yang dianggap memiliki pengaruh positif di lingkungan sekitar. Dengan cara ini, pesan tentang pentingnya gizi dan kesehatan dapat disampaikan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Pencegahan Stunting Berbasis Komunitas
Pendekatan berbasis masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan pencegahan stunting, terutama di wilayah terdampak bencana. Komunitas memiliki pemahaman mendalam tentang kondisi sosial dan budaya setempat, sehingga intervensi yang dilakukan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Kegiatan kampanye juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama antara masyarakat, pemerintah daerah, dan pihak swasta. Kolaborasi ini penting agar upaya pencegahan stunting tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi dan memperkuat.
Tahapan Program Sejak 2024
Program Ayo Cegah Stunting mulai dijalankan sejak tahun 2024 dengan tahapan awal berupa pemetaan kondisi dan potensi wilayah. Pemetaan ini menjadi dasar perancangan intervensi yang relevan dan tepat sasaran. Setiap wilayah memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda, sehingga pendekatan yang digunakan pun harus kontekstual.
Setelah tahap pemetaan, program difokuskan pada penguatan fondasi masyarakat. Hal ini dilakukan melalui peningkatan kapasitas komunitas, pelibatan local champion, serta berbagai kegiatan edukasi yang mendorong perubahan perilaku gizi dan kesehatan di tingkat keluarga.
Penguatan Program di Tahun Berikutnya
Pada tahap lanjutan, program Ayo Cegah Stunting diperkuat dengan pendekatan yang lebih komprehensif. Peningkatan kapasitas kader kesehatan menjadi salah satu fokus utama, mengingat peran mereka sangat penting dalam mendampingi keluarga dan memantau tumbuh kembang anak.
Selain itu, pemanfaatan sistem digital mulai diperkenalkan untuk mendukung pemantauan program. Digitalisasi ini diharapkan dapat membantu pencatatan data, evaluasi kegiatan, serta pengambilan keputusan berbasis informasi yang lebih akurat.
Peran Remaja sebagai Agen Perubahan
Salah satu inovasi dalam penguatan program adalah pelibatan remaja sebagai agen penyebaran pesan positif terkait gizi dan kesehatan. Remaja dinilai memiliki peran strategis karena mampu menjangkau kelompok sebaya dan keluarga dengan cara yang lebih komunikatif dan relevan.
Dengan membekali remaja pengetahuan tentang gizi seimbang dan kesehatan reproduksi, diharapkan mereka dapat menjadi generasi yang lebih sadar akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Pendekatan ini juga berkontribusi pada keberlanjutan program dalam jangka panjang.
Replikasi Program di Wilayah Lain
Selain di Sumatra Barat, kampanye Ayo Cegah Stunting juga dilaksanakan di Desa Taman Indah, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis masyarakat dapat direplikasi di berbagai daerah dengan menyesuaikan konteks lokal.
Replikasi program menjadi langkah penting untuk memperluas dampak pencegahan stunting secara nasional. Dengan pembelajaran dari berbagai wilayah, program dapat terus disempurnakan agar lebih efektif dan inklusif.
Menuju Pencegahan Stunting yang Berkelanjutan
Upaya pencegahan stunting berbasis masyarakat pada korban bencana Sumatera menegaskan bahwa masalah gizi tidak dapat diselesaikan secara instan. Diperlukan kolaborasi jangka panjang, perubahan perilaku, serta penguatan kapasitas komunitas agar hasilnya benar-benar berdampak.
Melalui pendekatan holistik yang melibatkan keluarga, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan, pencegahan stunting dapat menjadi gerakan bersama. Dengan demikian, anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang terdampak bencana, memiliki peluang yang lebih baik untuk tumbuh sehat dan optimal di masa depan.
Baca Juga : Waspada 4 Penyakit yang Mengintai Saat Musim Hujan
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : ketapangnews

