Kades Jatian Sosialisasi Adminduk, Hidup Sehat, dan UHC
marihidupsehat.web.id Pemerintah Desa Jatian menunjukkan komitmen nyata dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dalam momen libur perayaan Imlek, PJ Kepala Desa Jatian, Dewi Nofa Wahyuni, memilih untuk tetap aktif menjalankan tugasnya dengan turun langsung ke wilayah dusun.
Kunjungan tersebut dilakukan ke Dusun Plalangan, salah satu bagian dari Desa Jatian, Kecamatan Pakusari. Kehadiran kepala desa di tengah masyarakat bukan hanya sekadar agenda formal, tetapi menjadi bentuk pendekatan sosial agar pemerintah desa lebih mengenal kondisi dan karakter warga secara langsung.
Dalam kegiatan itu, Dewi Nofa Wahyuni didampingi perangkat desa, LSN Desa Jatian Ach. Hartono, serta LSN Kecamatan Pakusari Ningwar. Suasana kunjungan berlangsung hangat karena warga dapat berinteraksi langsung dengan pimpinan desa mereka.
Langkah ini menjadi contoh bahwa pelayanan publik tidak selalu harus dilakukan dari kantor, tetapi juga bisa hadir langsung di lingkungan masyarakat.
Sosialisasi Administrasi Kependudukan Jadi Fokus Utama
Selain memperkenalkan diri, kepala desa juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan sosialisasi penting terkait administrasi kependudukan dan pencatatan sipil.
Administrasi kependudukan atau adminduk merupakan hal mendasar yang wajib dimiliki setiap warga. Data kependudukan yang benar akan sangat berpengaruh terhadap validasi identitas masyarakat dalam berbagai layanan.
Dewi Nofa Wahyuni menjelaskan bahwa dokumen dasar seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) adalah standar minimal yang harus dimiliki oleh setiap warga.
Dokumen tersebut bukan hanya sekadar formalitas, tetapi menjadi bukti sah domisili seseorang. Data itu juga tersimpan dalam sistem pusat dan menjadi acuan bagi lembaga lain, seperti sekolah, rumah sakit, perbankan, hingga program bantuan sosial pemerintah.
Jika data kependudukan tidak sesuai atau belum lengkap, warga dapat mengalami kesulitan dalam mengakses layanan penting.
Karena itu, kepala desa mengajak masyarakat untuk memastikan bahwa identitas dan dokumen kependudukan mereka sudah benar dan aktif.
Pentingnya Data Valid untuk Akses Layanan Publik
Dalam penjelasannya, kepala desa menekankan bahwa data kependudukan yang valid akan mempermudah masyarakat dalam berbagai urusan administrasi.
Saat ini, banyak sistem pelayanan sudah terintegrasi secara digital. Kesalahan kecil dalam dokumen bisa berdampak besar, misalnya tidak terdaftar dalam layanan kesehatan, sulit menerima bantuan pemerintah, atau terkendala dalam urusan pendidikan anak.
Pemerintah desa berharap warga lebih sadar bahwa adminduk bukan urusan sepele, tetapi fondasi utama dalam sistem pelayanan negara.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan lebih aktif mengurus dokumen yang belum lengkap dan segera memperbaiki data yang keliru.
Edukasi Cara Hidup Sehat yang Sederhana dan Terjangkau
Tidak hanya soal administrasi, Dewi Nofa Wahyuni juga memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat kepada masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa hidup sehat tidak harus mahal. Warga bisa memanfaatkan sumber daya alam sekitar untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.
Sebagai lulusan bidang kesehatan dan pernah bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Dewi Nofa Wahyuni memahami pentingnya edukasi kesehatan langsung kepada masyarakat desa.
Ia menjelaskan bahwa makanan bergizi bisa diperoleh dari bahan sederhana yang mudah ditemukan, seperti sayuran lokal, sumber protein terjangkau, serta kebiasaan hidup bersih.
Menurutnya, kesehatan adalah modal utama masyarakat agar tetap produktif dan mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik.
Edukasi seperti ini sangat penting, terutama bagi warga desa yang sering kali menghadapi keterbatasan akses informasi kesehatan.
Program UHC Jadi Solusi bagi Warga Kurang Mampu
Dalam kesempatan tersebut, kepala desa juga menyampaikan informasi penting terkait program Universal Health Coverage (UHC).
Program UHC merupakan layanan kesehatan yang dianggarkan melalui APBD Kabupaten agar masyarakat dapat memperoleh akses pengobatan yang layak dan bermutu.
Dewi Nofa Wahyuni menegaskan bahwa program ini sangat membantu warga miskin atau masyarakat yang belum memiliki BPJS Kesehatan.
Melalui program UHC, masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan dengan fasilitas kelas 3, sehingga mereka tidak perlu khawatir dengan biaya rumah sakit yang tinggi.
Program ini menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam menjamin hak kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan yang membutuhkan dukungan lebih besar.
Kepala desa juga mengajak warga untuk tidak ragu bertanya dan memanfaatkan program tersebut jika memang memenuhi kriteria.
Pelayanan Desa yang Dekat dan Humanis
Kegiatan kunjungan ini menunjukkan bahwa pemerintah desa dapat menjalankan pelayanan dengan cara yang lebih dekat dan humanis.
Dengan turun langsung ke dusun, kepala desa bisa mendengar aspirasi warga, memahami kondisi sosial, sekaligus memberikan edukasi penting secara langsung.
Masyarakat pun merasa lebih diperhatikan karena pemerintah hadir bukan hanya saat ada acara resmi, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat, sehingga pembangunan desa berjalan lebih efektif.
Kesimpulan: Sosialisasi Adminduk, Sehat, dan UHC Jadi Bekal Warga
Kunjungan PJ Kepala Desa Jatian ke Dusun Plalangan menjadi kegiatan yang penuh manfaat. Sosialisasi adminduk membantu warga memahami pentingnya dokumen kependudukan yang valid.
Edukasi pola hidup sehat mengingatkan masyarakat bahwa kesehatan bisa dijaga dengan cara sederhana. Sementara informasi program UHC membuka peluang bagi warga kurang mampu untuk mendapatkan layanan kesehatan tanpa beban biaya besar.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Jatian menunjukkan komitmen untuk hadir langsung di tengah masyarakat dan membangun desa dengan pendekatan yang lebih dekat, peduli, dan berkelanjutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform outfit.web.id
