Dinkes Depok Siagakan Nakes di Pos Kesehatan Nataru
Menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru, kesiapan layanan kesehatan menjadi salah satu faktor krusial dalam menjaga keselamatan publik. Arus perjalanan yang meningkat, aktivitas ibadah, hingga wisata keluarga berpotensi memunculkan risiko kesehatan, baik ringan maupun kegawatdaruratan. Untuk itu, Dinas Kesehatan Kota Depok mengambil langkah strategis dengan menyiagakan tenaga kesehatan di sejumlah titik layanan selama masa libur Nataru.
Dinkes Kota Depok bergabung dalam Pos Pelayanan dan Pos Pengamanan yang dikoordinasikan oleh Polres Metro Depok serta Pos Kementerian Perhubungan. Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan yang cepat, aman, dan responsif di tengah padatnya aktivitas libur akhir tahun.
Kesiapsiagaan Nakes Selama Libur Nataru
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan tenaga kesehatan dari puluhan unit pelayanan. Nakes yang diterjunkan berasal dari 38 Unit Pelaksana Teknis Dinas Puskesmas serta PSC 119 Depok.
Menurut Mary, penempatan tenaga kesehatan dilakukan di pos-pos strategis yang berpotensi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat. Pos tersebut meliputi pos pelayanan dan pos pengamanan yang didirikan oleh Polres Metro Depok serta pos layanan transportasi di bawah Kementerian Perhubungan. Dengan pola ini, Dinkes Depok memastikan layanan kesehatan hadir langsung di titik-titik keramaian.
Pola Layanan dan Pembagian Shift
Dalam pelaksanaannya, pelayanan kesehatan di pos pengamanan dibagi ke dalam dua shift utama. Pembagian shift ini bertujuan menjaga stamina tenaga kesehatan sekaligus memastikan layanan tetap optimal sepanjang hari.
Shift pertama berlangsung sejak pagi hingga siang, sementara shift kedua melayani masyarakat hingga malam hari. Setelah jam operasional pos berakhir, layanan kegawatdaruratan dialihkan ke Puskesmas 24 Jam terdekat. Skema ini dirancang agar masyarakat tetap memiliki akses layanan kesehatan tanpa jeda.
Menurut Mary, pengaturan ini juga memperkuat sistem rujukan. Ketika ditemukan kasus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien dapat segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Layanan Dasar dan Kegawatdaruratan
Jenis pelayanan yang diberikan di Pos Layanan Kesehatan mencakup pelayanan kesehatan dasar dan kegawatdaruratan. Pelayanan dasar meliputi pemeriksaan kesehatan ringan, penanganan keluhan umum, serta edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Sementara itu, layanan kegawatdaruratan disiapkan untuk menangani kondisi yang memerlukan respons cepat, seperti kecelakaan lalu lintas, gangguan pernapasan, hingga kondisi medis mendadak lainnya. Keberadaan tenaga kesehatan di lapangan diharapkan dapat meminimalkan risiko komplikasi akibat keterlambatan penanganan.
Khusus di Terminal Jatijajar, layanan kesehatan diperluas dengan pemeriksaan kesehatan pengemudi. Pemeriksaan ini mencakup pengecekan kondisi fisik serta pemeriksaan Napza bagi pengemudi angkutan umum. Langkah ini dinilai penting untuk menjamin keselamatan penumpang selama perjalanan libur Nataru.
Delapan Titik Pos Layanan Kesehatan
Dinkes Kota Depok menempatkan tenaga kesehatan di delapan titik Pos Layanan Kesehatan. Tujuh di antaranya merupakan Pos Pelayanan dan Pos Pengamanan yang berada di bawah koordinasi Polres Metro Depok. Lokasi tersebut meliputi Terminal Jatijajar, Pertigaan Dinasti Cinere, Medan 9 Beji Margonda, Gereja Santo Herkulanus Pancoran Mas, Gereja Santo Paulus Pancoran Mas, Gereja Pancaran Kasih Sukmajaya, serta kawasan Shila Sawangan Bojongsari.
Satu titik lainnya berada di Pos Kementerian Perhubungan di Terminal Jatijajar. Penempatan di lokasi-lokasi ini mempertimbangkan potensi keramaian, aktivitas ibadah, serta pergerakan transportasi masyarakat.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keselamatan Publik
Kesiapsiagaan Dinkes Depok tidak berjalan sendiri. Sinergi dengan Polres Metro Depok dan Kementerian Perhubungan menjadi kunci dalam menciptakan layanan terpadu selama libur Nataru. Kolaborasi ini memungkinkan koordinasi yang lebih cepat dalam menangani situasi darurat, baik medis maupun non-medis.
Keberadaan tenaga kesehatan di pos pengamanan juga membantu aparat dalam memastikan kondisi masyarakat tetap terkendali. Ketika terjadi insiden kesehatan, penanganan dapat dilakukan langsung di lokasi tanpa harus menunggu lama.
Antisipasi Risiko Selama Libur Panjang
Libur Natal dan Tahun Baru identik dengan peningkatan aktivitas masyarakat, baik di jalan raya, tempat ibadah, maupun lokasi wisata. Kondisi ini berpotensi memicu berbagai risiko kesehatan, mulai dari kelelahan, dehidrasi, hingga kecelakaan.
Dengan menyiagakan tenaga kesehatan di pos layanan, Dinkes Depok berupaya melakukan langkah preventif sekaligus kuratif. Kehadiran nakes di lapangan juga berfungsi sebagai upaya edukasi, mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan selama beraktivitas.
Komitmen Dinkes Depok Jaga Layanan Publik
Langkah Dinkes Kota Depok menyiagakan tenaga kesehatan selama Nataru mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga layanan publik tetap berjalan optimal, meski di tengah masa libur panjang. Kesiapsiagaan ini tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga pada upaya pencegahan dan peningkatan keselamatan masyarakat.
Mary Liziawati menegaskan bahwa kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama. Dengan dukungan tenaga kesehatan, fasilitas puskesmas, dan sistem rujukan yang terintegrasi, Dinkes Depok berharap masyarakat dapat merayakan libur akhir tahun dengan aman dan nyaman.
Penutup: Hadir di Tengah Masyarakat
Kehadiran tenaga kesehatan di delapan Pos Layanan Kesehatan Nataru menunjukkan bahwa negara hadir di tengah masyarakat, bahkan di saat libur panjang. Melalui layanan dasar dan kegawatdaruratan yang disiapkan, Dinkes Kota Depok berupaya memberikan rasa aman bagi warga dan pendatang yang beraktivitas di wilayah Depok.
Sinergi lintas sektor, kesiapsiagaan tenaga medis, serta dukungan fasilitas kesehatan menjadi fondasi penting dalam menjaga keselamatan publik. Dengan langkah ini, libur Natal dan Tahun Baru diharapkan dapat berjalan dengan lancar, sehat, dan minim risiko bagi seluruh masyarakat.
Baca Juga : 5 Langkah Membersihkan Makeup dengan Micellar Water
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : kalbarnews

