Adrian Maulana Jadikan Rasulullah Role Model Hidup Sehat
Menjaga Kesehatan sebagai Amanah
Menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar bukan sekadar kebutuhan jasmani, tetapi juga bagian dari amanah yang harus dijaga oleh seorang muslim. Hal ini sejalan dengan ajaran Islam yang menempatkan kesehatan sebagai modal utama untuk beribadah dan beraktivitas secara optimal. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Adrian Maulana, yang menjadikan Rasulullah sebagai teladan utama dalam menjalani pola hidup sehat dan halal.
Bagi Adrian, kesehatan bukanlah sesuatu yang datang secara instan, melainkan hasil dari kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten. Ia meyakini bahwa Rasulullah telah mencontohkan pola hidup seimbang jauh sebelum konsep kesehatan modern berkembang seperti saat ini.
Perjalanan Hidup dari Gempal ke Bugar
Tak banyak yang menyangka bahwa Adrian Maulana, yang kini dikenal sebagai figur publik dengan gaya hidup sehat, pernah memiliki tubuh yang gempal di masa kecilnya. Pria kelahiran Oktober ini mengaku bahwa titik balik hidupnya bermula saat ia bertemu dengan Ade Rai, sosok atlet yang menginspirasinya untuk mengubah pola hidup.
Perubahan tersebut tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga pada jalan hidup Adrian. Dari kebiasaan hidup sehat inilah, pintu dunia hiburan terbuka untuknya. Ia sempat meniti karier sebagai peragawan, pemain film, hingga news anchor. Semua dijalani dengan satu prinsip utama: menjaga tubuh sebagai amanah dari Allah.
“Pola hidup sehat adalah obat paling mujarab. Orang berpikir seseorang menjadi sehat karena dokter dan obatnya. Padahal Allah sudah menciptakan tubuh kita untuk bisa recovery sendiri,” ungkap Adrian.
Aktivitas Positif dan Pola Pikir Sehat
Sebagai ayah dua putri, Adrian menekankan pentingnya aktivitas positif dan pola pikir yang sehat. Ia mencontohkan banyak kasus di mana kondisi kesehatan membaik ketika seseorang mulai menjaga pola hidup, mengelola stres, dan mengisi hari-harinya dengan kegiatan yang bermanfaat.
Menurutnya, kesehatan tidak hanya soal fisik, tetapi juga mental dan spiritual. Ketika seseorang menjaga pikiran dan perbuatannya, metabolisme tubuh pun akan bekerja lebih baik. Karena itu, Adrian berupaya menularkan kebiasaan hidup sehat ini kepada orang-orang terdekatnya, mulai dari orang tua, istri, hingga anak-anaknya.
Halal dan Thayyib sebagai Prinsip Konsumsi
Dalam hal konsumsi, Adrian Maulana sangat selektif. Ia tidak hanya memperhatikan aspek halal, tetapi juga thayyib atau kebaikan dari makanan dan minuman yang dikonsumsi. Menurutnya, pemahaman halal dan haram bukan hanya bagian dari ibadah, tetapi juga muamalah yang mengatur kehidupan manusia secara menyeluruh.
Islam, kata Adrian, telah memberikan panduan yang sangat jelas melalui Al-Qur’an dan Hadis, termasuk dalam urusan makanan dan minuman. Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 168 yang menyerukan manusia untuk mengonsumsi makanan yang halal dan baik.
“Sekarang sudah banyak pilihan makanan halal dan thayyib. Itu membuat saya semakin tertarik menerapkan gaya hidup seperti ini,” ujarnya.
Pengalaman Mengubah Cara Pandang tentang Halal
Adrian mengakui bahwa dahulu ia berpikir makanan halal cukup dilihat dari bahan utamanya saja. Namun pandangan itu berubah setelah pengalaman bersama keluarganya saat mengunjungi restoran Jepang ternama yang belum bersertifikat halal.
Saat itu, salah satu karyawan restoran menjelaskan bahwa terdapat bahan tambahan yang tidak halal dalam menu mereka. Dari situ, Adrian menyadari bahwa kehalalan tidak hanya soal bahan utama, tetapi juga bahan tambahan, bahan penolong, hingga fasilitas produksi.
“Saya pikir halal hanya soal bahan utama. Padahal ada bahan tambahan yang juga perlu diperhatikan. Halal itu sangat krusial bagi umat Islam,” jelasnya.
Tiga Tips Pola Hidup Halal dan Sehat
Dalam kesehariannya, Adrian Maulana membagikan tiga prinsip utama untuk menerapkan pola hidup halal dan sehat. Pertama, membentengi diri dengan iman. Ia menyadari bahwa Indonesia bukan negara yang sepenuhnya menerapkan gaya hidup halal, sehingga setiap individu perlu memiliki filter pribadi agar tidak mudah terpengaruh.
Kedua, terus meng-upgrade diri, khususnya dalam ilmu agama. Adrian menegaskan bahwa kepatuhan terhadap Al-Qur’an dan bimbingan para guru agama menjadi fondasi dalam menjalani kehidupan. Ia percaya bahwa pemahaman yang baik akan melahirkan sikap hidup yang bijak.
Ketiga, olahraga dan konsumsi halal. Olahraga bukan sekadar tren, melainkan sunnah Rasulullah yang telah dicontohkan sejak 14 abad lalu. Rasulullah dikenal memiliki tubuh yang ramping dan bugar, menjaga asupan makanan, serta berhenti makan sebelum kenyang.
Meneladani Pola Hidup Rasulullah
Selain olahraga dan konsumsi halal, Rasulullah juga mencontohkan keseimbangan hidup melalui pola istirahat yang teratur. Tidur setelah isya dan bangun sebelum subuh menjadi kebiasaan yang berdampak besar pada kesehatan fisik dan spiritual.
Bagi Adrian, meneladani Rasulullah Muhammad bukan sekadar slogan, tetapi praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa jika ada yang meniru gaya hidupnya, sejatinya ia hanya mengikuti jejak Rasulullah.
“Kalau ada yang bilang mengikuti pola hidup saya, sebenarnya saya hanya mengikuti pola hidup Rasulullah,” tegasnya.
Makna Hidup Sehat hingga Akhir Hayat
Menutup perbincangan, Adrian mengingatkan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan berpulang. Namun yang membedakan adalah kapan, di mana, dan dalam keadaan bagaimana seseorang meninggal dunia. Ia berharap dapat berpulang dalam keadaan sehat, tanpa menzalimi diri sendiri akibat pola hidup yang buruk selama puluhan tahun.
Bagi Adrian Maulana, hidup sehat dan halal bukan sekadar gaya hidup, melainkan bentuk tanggung jawab kepada diri sendiri, keluarga, dan Sang Pencipta.
Baca Juga : Milad ke-18 Mutiara Hati Gaungkan Gerakan Hidup Sehat
Cek Juga Artikel Dari Platform : jalanjalan-indonesia

