Satpol PP Lombok Timur Tertibkan Penggunaan Elpiji 3 Kg
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai memperketat pengawasan distribusi gas bersubsidi. Melalui Satpol PP, sejumlah kandang ayam disisir untuk memastikan penggunaan elpiji 3 kilogram tetap tepat sasaran.
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan gas bersubsidi dalam beberapa waktu terakhir.
Sidak Kandang Ayam Dilakukan
Satuan Polisi Pamong Praja Lombok Timur melakukan inspeksi mendadak ke berbagai kandang ayam.
Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi penggunaan elpiji 3 kg yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil.
Temuan di Lapangan
Dari hasil sidak, ditemukan sejumlah kandang ayam yang masih menggunakan gas bersubsidi.
Namun, ada juga pelaku usaha yang sudah menggunakan elpiji non-subsidi sesuai aturan.
Penggunaan Tidak Sepanjang Waktu
Berdasarkan keterangan pemilik kandang, gas elpiji digunakan hanya saat ayam baru masuk.
Penggunaan tersebut dilakukan untuk menjaga suhu kandang agar tetap stabil di fase awal pemeliharaan.
Imbauan untuk Beralih ke Non Subsidi
Meski penggunaan tidak terus-menerus, Satpol PP tetap memberikan peringatan.
Para pelaku usaha diminta beralih menggunakan elpiji non-subsidi agar tidak mengganggu distribusi untuk masyarakat.
Komitmen Pelaku Usaha
Sebagian pemilik kandang menyatakan kesediaannya untuk mengganti penggunaan gas.
Mereka berkomitmen menggunakan tabung non-subsidi, termasuk elpiji pink, dalam operasional ke depan.
Respons Pemerintah Daerah
Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.
Ia mengakui sempat terjadi kendala distribusi yang menyebabkan kelangkaan gas di beberapa wilayah.
Lonjakan Ekonomi Jadi Faktor
Menurut pemerintah daerah, peningkatan aktivitas ekonomi turut memicu tingginya permintaan elpiji.
Kondisi ini terjadi sejak akhir tahun sebelumnya hingga awal tahun berjalan.
Pengawasan Akan Diperketat
Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat pengawasan distribusi gas bersubsidi.
Satgas khusus akan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat, untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.
Kesimpulan
Penggunaan elpiji 3 kg oleh pelaku usaha menjadi perhatian serius pemerintah.
Dengan pengawasan yang lebih ketat dan kesadaran bersama, diharapkan distribusi gas subsidi dapat kembali stabil dan dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
Baca Juga : FISIP ULM Gelar Jalan Sehat dan Temu Alumni
Cek Juga Artikel Dari Platform : bengkelpintar

