Soroti Bali Kotor, Prabowo Minta Siswa Bersihkan Sampah
Prabowo Soroti Kondisi Lingkungan di Bali
Presiden Prabowo Subianto menyoroti serius persoalan lingkungan di Bali yang dinilai semakin memprihatinkan akibat tumpukan sampah, khususnya di kawasan pantai. Ia menegaskan bahwa masalah kebersihan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi merusak citra pariwisata Indonesia di mata dunia.
Sorotan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Minta Pemda Libatkan Siswa Sekolah
Dalam arahannya, Prabowo secara terbuka meminta para kepala daerah di Bali, mulai dari gubernur hingga bupati, untuk melibatkan siswa sekolah dalam kegiatan pembersihan lingkungan. Menurutnya, siswa SD, SMP, hingga SMA berada langsung di bawah kewenangan pemerintah daerah, sehingga mudah untuk digerakkan dalam kerja bakti rutin.
“Maaf ya gubernur, bupati-bupati dari Bali, ini real lho. Bali bulan Desember 2025, ini pantai Bali. Bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah?” ujar Prabowo dengan nada tegas.
Ia menekankan bahwa kegiatan pembersihan tidak harus rumit atau memakan waktu lama. Bahkan, menurutnya, kerja bakti selama 10 hingga 30 menit secara massal sudah cukup memberikan dampak signifikan jika dilakukan oleh ratusan hingga ribuan orang secara serentak.
Kisah Teguran dari Tokoh Korea Selatan
Prabowo mengungkapkan bahwa keprihatinannya terhadap kondisi Bali semakin kuat setelah dirinya menerima masukan langsung dari sejumlah tokoh di luar negeri. Saat melakukan kunjungan ke Korea Selatan, ia bertemu dengan menteri dan jenderal setempat yang secara blak-blakan menyampaikan kritik.
“Saya di Korea ketemu tokoh-tokoh, menteri-menteri, jenderal-jenderal. Dia bilang ke saya, ‘Your Excellency, I just came from Bali, oh Bali so dirty now, Bali not nice’,” kata Prabowo.
Menurutnya, kritik tersebut ia terima sebagai koreksi yang jujur dan harus segera ditindaklanjuti. Ia menilai masukan dari pihak luar justru penting sebagai cermin untuk melihat kondisi dalam negeri secara objektif.
Masalah Sampah Dinilai Sudah Berskala Nasional
Prabowo menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya terjadi di Bali, melainkan telah menjadi masalah krusial secara nasional. Ia menyebut banyak tempat pembuangan akhir (TPA) di berbagai daerah diperkirakan akan mengalami kelebihan kapasitas dalam beberapa tahun ke depan jika tidak ada perubahan serius dalam pengelolaan sampah.
Namun, Bali memiliki posisi yang sangat strategis karena merupakan wajah pariwisata Indonesia. Oleh sebab itu, menurut Prabowo, persoalan sampah di Bali harus menjadi prioritas nasional.
“Ini bukan hanya soal Bali, ini soal nama Indonesia,” tegasnya.
Ancaman terhadap Pariwisata dan Lapangan Kerja
Kondisi pantai Bali yang dipenuhi sampah dinilai berpotensi menurunkan minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Prabowo mengingatkan bahwa sektor pariwisata selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Bali dan menyerap jutaan tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Jika persoalan lingkungan tidak ditangani secara serius, dampaknya tidak hanya pada citra daerah, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat Bali yang menggantungkan hidup dari pariwisata.
Ia menilai bahwa menjaga kebersihan lingkungan sejatinya merupakan investasi jangka panjang untuk keberlanjutan ekonomi dan sosial masyarakat.
Kerja Bakti Massal Libatkan Banyak Unsur
Selain siswa sekolah, Prabowo mendorong agar kegiatan pembersihan lingkungan melibatkan berbagai unsur lain. Ia menyebut pemerintah daerah, aparat Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia, hingga badan usaha milik negara (BUMN) perlu turun langsung.
Menurutnya, pembersihan lingkungan tidak boleh bersifat seremonial atau hanya menjadi kegiatan simbolis. Yang dibutuhkan adalah kerja nyata yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
“Modalnya nanti apa? Gerobak-gerobak, truk-truk, sampah, dan sebagainya. Kalau dilakukan bersama-sama, cepat itu,” ujar Prabowo.
Pemerintah Pusat Siap Pimpin dan Dukung
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah pusat siap memimpin dan memberikan dukungan penuh apabila pemerintah daerah membutuhkan bantuan dalam penanganan sampah. Ia menilai koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama agar masalah lingkungan dapat diselesaikan secara efektif.
Ia juga mengingatkan bahwa pendekatan saling menyalahkan tidak akan menyelesaikan persoalan. Yang diperlukan adalah kepemimpinan di semua level pemerintahan untuk menggerakkan masyarakat secara kolektif.
“Semua instansi pemerintahan harus memimpin korve,” tegasnya.
Dorong Budaya Bersih Sejak Dini
Dengan melibatkan siswa sekolah, Prabowo berharap terbentuk budaya bersih sejak usia dini. Menurutnya, pendidikan lingkungan tidak hanya diajarkan di ruang kelas, tetapi juga melalui praktik langsung di lapangan.
Ia meyakini bahwa kebiasaan baik yang ditanamkan sejak kecil akan membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan bertanggung jawab terhadap ruang hidupnya.
Pesan Tegas untuk Daerah Wisata
Sorotan Prabowo terhadap Bali menjadi pesan tegas bagi seluruh daerah wisata di Indonesia. Kebersihan lingkungan bukan sekadar urusan estetika, tetapi menyangkut martabat bangsa dan keberlanjutan ekonomi.
Dengan kerja bersama antara pemerintah, sekolah, aparat, dan masyarakat, Prabowo optimistis persoalan sampah dapat diatasi. Ia menutup arahannya dengan menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah semata.
Baca Juga : Adrian Maulana Jadikan Rasulullah Role Model Hidup Sehat
Cek Juga Artikel Dari Platform : otomotifmotorindo

