Gaya Hidup Sehat Anak Muda Kurangi Risiko GERD
marihidupsehat.web.id Penyakit gangguan pencernaan kini tidak lagi identik dengan usia lanjut. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD semakin banyak ditemukan pada kelompok usia muda. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada kualitas hidup, produktivitas, hingga kesehatan jangka panjang.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Rino Alvani Gani Sp.PD K-GEH, menegaskan bahwa penerapan gaya hidup sehat memiliki peran besar dalam mengurangi keparahan GERD, khususnya pada anak muda. Menurutnya, perubahan kebiasaan sehari-hari dapat memberikan dampak nyata terhadap perbaikan gejala penyakit ini.
Mengenal GERD dan Dampaknya
GERD merupakan gangguan pencernaan kronis yang terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan secara berulang. Kondisi ini dapat menimbulkan sensasi terbakar di dada, rasa pahit di mulut, mual, kembung, hingga nyeri ulu hati.
Jika terjadi terus-menerus, GERD tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga berpotensi menyebabkan iritasi kerongkongan, gangguan tidur, hingga komplikasi jangka panjang. Karena itu, penyakit ini tidak boleh dianggap sepele meskipun sering dianggap keluhan ringan.
Anak Muda Semakin Rentan Terkena GERD
Prof. Rino menjelaskan bahwa meningkatnya kasus GERD pada usia muda tidak terlepas dari pola hidup modern. Banyak anak muda menjalani aktivitas padat, kurang tidur, serta memiliki kebiasaan makan yang tidak teratur.
Kebiasaan melewatkan waktu makan, mengonsumsi makanan cepat saji, minuman berkafein, serta makanan tinggi lemak menjadi faktor pemicu utama. Selain itu, gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik turut memperburuk kondisi sistem pencernaan.
Peran Gaya Hidup Sehat dalam Mengendalikan GERD
Menurut Prof. Rino, langkah utama untuk mengurangi keparahan GERD adalah membiasakan healthy lifestyle atau gaya hidup sehat. Perubahan ini tidak harus ekstrem, namun perlu dilakukan secara konsisten.
Beberapa prinsip dasar gaya hidup sehat yang dianjurkan meliputi tidak merokok, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta mengatur pola makan dengan baik. Langkah-langkah tersebut terbukti membantu menurunkan tekanan pada lambung dan mencegah naiknya asam lambung.
Merokok dan Pengaruhnya terhadap Asam Lambung
Merokok menjadi salah satu faktor risiko terbesar pada penderita GERD. Kandungan nikotin dapat melemahkan katup antara lambung dan kerongkongan, sehingga asam lambung lebih mudah naik.
Pada anak muda, kebiasaan merokok sering kali dianggap bagian dari gaya hidup sosial. Padahal, dampaknya terhadap sistem pencernaan sangat signifikan. Menghentikan kebiasaan merokok menjadi langkah penting dalam mengurangi gejala GERD secara jangka panjang.
Pentingnya Pola Makan Teratur
Pola makan yang tidak teratur menjadi penyebab umum munculnya GERD pada usia muda. Banyak anak muda yang menunda makan, makan terlalu malam, atau langsung berbaring setelah makan.
Prof. Rino menekankan pentingnya makan secara teratur dengan porsi seimbang. Lambung membutuhkan ritme yang konsisten agar produksi asam tetap stabil. Makan terlalu larut atau dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan risiko refluks asam.
Olahraga sebagai Penyeimbang Sistem Tubuh
Kurangnya aktivitas fisik juga berkontribusi terhadap meningkatnya kasus GERD. Anak muda yang jarang bergerak cenderung mengalami kenaikan berat badan, yang pada akhirnya meningkatkan tekanan pada area perut.
Olahraga ringan hingga sedang secara rutin dapat membantu memperbaiki metabolisme tubuh dan menjaga keseimbangan sistem pencernaan. Aktivitas fisik juga berperan dalam mengurangi stres, yang menjadi pemicu tidak langsung GERD.
Hubungan Berat Badan dan GERD
Kelebihan berat badan menjadi salah satu faktor yang sering ditemukan pada penderita GERD usia muda. Lemak berlebih di area perut dapat menekan lambung dan mendorong asam naik ke kerongkongan.
Menjaga berat badan ideal bukan hanya penting untuk penampilan, tetapi juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan pencernaan. Penurunan berat badan secara bertahap terbukti mampu mengurangi frekuensi dan intensitas gejala GERD.
Stres dan Kesehatan Pencernaan
Selain faktor fisik, stres juga memiliki peran besar dalam memicu gangguan lambung. Tekanan akademik, pekerjaan, hingga masalah sosial membuat banyak anak muda mengalami stres berkepanjangan.
Stres dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memperburuk sensitivitas saluran cerna. Oleh karena itu, pengelolaan stres menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat. Teknik relaksasi, olahraga, dan tidur cukup dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh.
Edukasi Sejak Dini Sangat Diperlukan
Prof. Rino menilai bahwa edukasi mengenai pola hidup sehat perlu diberikan sejak usia muda. Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sering kali baru muncul ketika penyakit sudah berkembang.
Dengan pemahaman yang tepat, anak muda diharapkan mampu membangun kebiasaan sehat sejak dini. Langkah ini tidak hanya mencegah GERD, tetapi juga menurunkan risiko penyakit kronis lainnya di masa depan.
Menjaga Kualitas Hidup Jangka Panjang
GERD yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas hidup. Gangguan tidur, penurunan konsentrasi, hingga kelelahan kronis bisa muncul akibat keluhan yang berulang.
Melalui perubahan gaya hidup, gejala GERD dapat dikendalikan tanpa selalu bergantung pada obat. Pendekatan ini dinilai lebih aman dan berkelanjutan bagi anak muda yang masih berada pada usia produktif.
Penutup
Gaya hidup sehat terbukti memiliki peran besar dalam mengurangi keparahan GERD pada anak muda. Kebiasaan sederhana seperti makan teratur, berhenti merokok, rutin berolahraga, menjaga berat badan, dan mengelola stres mampu memberikan dampak nyata bagi kesehatan pencernaan.
Peningkatan kasus GERD di usia muda menjadi pengingat bahwa kesehatan harus dijaga sejak dini. Dengan membangun pola hidup sehat secara konsisten, anak muda tidak hanya terhindar dari gangguan lambung, tetapi juga dapat menikmati kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.

Cek Juga Artikel Dari Platform ngobrol.online
