50 Ribu Warga Kabupaten Tangerang Terdampak Banjir Luas
Banjir Meluas di Enam Kecamatan Kabupaten Tangerang
Banjir kembali menjadi persoalan serius bagi masyarakat di Kabupaten Tangerang. Curah hujan yang tinggi serta meluapnya sejumlah aliran sungai menyebabkan genangan air merendam permukiman warga di berbagai wilayah. Dalam kondisi ini, aktivitas masyarakat terganggu, akses jalan terputus, dan sebagian warga terpaksa meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun, sekitar 50 ribu jiwa terdampak banjir yang menyebar di enam kecamatan. Wilayah tersebut meliputi Kosambi, Teluknaga, Pakuhaji, Pasar Kemis, Mauk, dan Sepatan. Dari enam kecamatan tersebut, Kosambi tercatat sebagai wilayah dengan dampak paling parah, baik dari sisi jumlah warga terdampak maupun ketinggian genangan air.
Kosambi Jadi Titik Terparah Banjir
Kecamatan Kosambi menjadi sorotan utama dalam peristiwa banjir kali ini. Ribuan kepala keluarga di wilayah tersebut harus menghadapi genangan air yang masuk hingga ke dalam rumah. Beberapa lingkungan bahkan mengalami genangan cukup tinggi sehingga tidak memungkinkan warga untuk bertahan.
Di Kosambi, ratusan hingga ribuan warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Pengungsian dilakukan secara bertahap dengan bantuan petugas gabungan. Warga yang mengungsi umumnya adalah kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta ibu hamil yang membutuhkan perlindungan ekstra dari risiko banjir.
Puluhan Ribu Jiwa dan Ribuan KK Terdampak
Secara keseluruhan, banjir ini berdampak pada sekitar 10.000 kepala keluarga atau setara dengan 45–50 ribu jiwa. Angka ini menunjukkan besarnya skala bencana yang harus ditangani oleh pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait. Selain kerusakan rumah dan perabotan, banjir juga berdampak pada terganggunya kegiatan ekonomi warga, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidup dari usaha harian.
Pasar tradisional, sekolah, serta fasilitas umum lainnya turut terdampak genangan air. Kondisi ini membuat sebagian aktivitas lumpuh sementara, menambah beban masyarakat yang sudah terdampak secara langsung oleh banjir.
Ketinggian Air Bervariasi di 15 Titik Lokasi
Banjir yang terjadi tidak hanya menyebar luas, tetapi juga memiliki variasi ketinggian air di berbagai titik. Tercatat sekitar 15 titik banjir dengan ketinggian genangan mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 80 sentimeter di lokasi tertentu. Perbedaan ketinggian ini dipengaruhi oleh kondisi topografi, sistem drainase, serta kedekatan wilayah dengan sungai atau saluran air besar.
Genangan dengan ketinggian di atas 50 sentimeter umumnya membuat kendaraan roda dua tidak bisa melintas, sementara kendaraan roda empat juga kesulitan. Hal ini berdampak langsung pada distribusi bantuan dan mobilitas petugas di lapangan.
Evakuasi Warga dan Penanganan Darurat
Dari puluhan ribu warga terdampak, sekitar 1.000 jiwa harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Proses evakuasi dilakukan dengan perahu karet dan kendaraan khusus, terutama di wilayah yang genangannya cukup tinggi. Tempat pengungsian disiapkan di sejumlah titik yang dinilai aman dari potensi banjir susulan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, menjelaskan bahwa pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan yang diperlukan. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini.
Koordinasi Lintas Instansi Terus Diperkuat
Dalam menghadapi banjir berskala besar ini, BPBD Kabupaten Tangerang tidak bekerja sendiri. Koordinasi dilakukan dengan berbagai instansi terkait, mulai dari dinas sosial, dinas kesehatan, aparat kecamatan, hingga relawan kebencanaan. Langkah ini penting untuk memastikan distribusi logistik, layanan kesehatan, serta kebutuhan dasar pengungsi dapat terpenuhi dengan baik.
Selain itu, keberadaan pos pemadam kebakaran juga dimaksimalkan. Sebanyak 14 pos damkar disiagakan tidak hanya untuk penanganan kebakaran, tetapi juga untuk membantu proses evakuasi dan penanganan bencana banjir. Kesiapsiagaan ini menjadi bagian penting dari sistem respons cepat pemerintah daerah.
Imbauan Waspada Banjir Susulan
BPBD Kabupaten Tangerang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Cuaca ekstrem dan curah hujan yang masih berpotensi tinggi dapat memicu kembali luapan sungai maupun genangan di wilayah rawan. Warga diminta untuk terus memantau informasi resmi dan segera melapor jika kondisi lingkungan mulai memburuk.
Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai atau daerah rendah juga diingatkan untuk menyiapkan langkah antisipasi, seperti mengamankan barang berharga, mematikan aliran listrik saat air mulai naik, serta mengikuti arahan petugas jika diminta untuk mengungsi.
Banjir dan Tantangan Jangka Panjang
Peristiwa banjir yang kembali melanda Kabupaten Tangerang menunjukkan bahwa persoalan ini bukan hanya masalah musiman, tetapi juga tantangan jangka panjang. Pertumbuhan permukiman, berkurangnya daerah resapan air, serta sistem drainase yang belum optimal menjadi faktor yang memperparah dampak banjir.
Ke depan, dibutuhkan langkah berkelanjutan yang melibatkan perencanaan tata ruang, normalisasi sungai, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Dengan upaya bersama antara pemerintah dan warga, diharapkan risiko banjir dapat ditekan dan dampaknya tidak lagi sebesar yang terjadi saat ini.
Banjir yang berdampak pada puluhan ribu warga ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan solidaritas. Di tengah situasi sulit, kerja sama dan kepedulian menjadi kunci untuk membantu masyarakat bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti sediakala.
Baca Juga : Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara di Malang
Cek Juga Artikel Dari Platform : kabarsantai

