17 Pasien Super Flu di Kota Malang Dinyatakan Sembuh
Penanganan Super Flu di Kota Malang Masih Terkendali
Dinas Kesehatan memastikan situasi penyebaran influenza A H3N2 Subclaude K atau yang populer disebut super flu di wilayah Kota Malang masih berada dalam kondisi terkendali. Hingga saat ini, sebanyak 17 pasien yang sebelumnya terkonfirmasi terpapar virus tersebut telah dinyatakan sembuh setelah melalui proses pemantauan dan penanganan medis sesuai prosedur.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menegaskan bahwa tidak ada lonjakan kasus baru yang mengkhawatirkan. Sejak awal kemunculannya, seluruh kasus telah dimonitor secara ketat, termasuk penelusuran terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa penyebaran virus tidak meluas ke masyarakat umum dan tetap berada dalam kendali sistem kesehatan daerah.
Kasus Ditemukan Bertahap Sejak September
Mayoritas kasus super flu di Kota Malang terdeteksi dalam rentang waktu September hingga November 2025. Berdasarkan pemaparan Dinkes, satu kasus tercatat pada September, satu kasus pada Oktober, dan sisanya ditemukan pada November. Seluruh pasien tersebut kini telah menyelesaikan masa perawatan dan pemantauan.
“Kasus-kasus itu sudah termonitor dengan baik dan semuanya dalam kondisi sembuh,” ungkap dr. Husnul saat memberikan keterangan kepada media.
Pendekatan bertahap ini menjadi bukti bahwa sistem surveilans kesehatan berjalan efektif. Deteksi dini memungkinkan tenaga kesehatan melakukan isolasi, pemeriksaan lanjutan, serta edukasi kepada pasien dan lingkungan sekitarnya.
Data Provinsi: Hampir Seluruh Kasus dari Kota Malang
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, total kasus influenza A H3N2 Subclaude K di Jawa Timur tercatat sebanyak 18 orang. Dari jumlah tersebut, 17 kasus berasal dari Kota Malang, sementara satu kasus lainnya ditemukan di wilayah kabupaten/kota lain.
Dominasi temuan di Kota Malang bukan berarti daerah ini menjadi pusat wabah, melainkan menunjukkan tingginya kualitas deteksi dan pelaporan kasus. Pemeriksaan yang aktif dan terstruktur membuat kasus yang mungkin luput di daerah lain dapat teridentifikasi dengan lebih cepat.
ILI dan SARI Jadi Pintu Awal Deteksi
Kasus super flu ini terungkap melalui pemeriksaan pasien dengan gejala influenza like illness (ILI) dan severe acute respiratory infection (SARI). Pemeriksaan ILI dilakukan di Puskesmas Dinoyo, sedangkan kasus SARI teridentifikasi di RSUD Saiful Anwar.
Gejala ILI meliputi batuk, demam, nyeri tenggorokan, nyeri kepala, serta suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius. Sementara itu, SARI merupakan kondisi yang lebih berat dengan gejala infeksi saluran pernapasan akut yang membutuhkan penanganan rumah sakit.
Menurut dr. Husnul, mekanisme skrining ini merupakan bagian dari protokol nasional untuk mendeteksi virus influenza yang berpotensi mengalami mutasi atau memiliki karakteristik berbeda dari influenza musiman biasa.
Proses Pemeriksaan Laboratorium Berlapis
Untuk memastikan keakuratan diagnosis, Dinkes Kota Malang menerapkan prosedur pemeriksaan laboratorium berlapis. Sampel pasien dikumpulkan selama periode September hingga November, kemudian dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat untuk pemeriksaan awal.
Setelah itu, sampel diteruskan ke Balai Besar Laboratorium Biologi di Jakarta guna dilakukan whole genome sequencing (WGS). Metode ini digunakan untuk mengurutkan genom virus secara menyeluruh, sehingga dapat dipastikan jenis dan subklausa virus secara akurat.
WGS menjadi standar emas dalam identifikasi virus karena mampu membedakan influenza musiman dengan varian atau subclaude tertentu seperti H3N2 Subclaude K.
Hasil WGS Pastikan Influenza A H3N2
Melalui metode WGS, hasil pemeriksaan memastikan bahwa pasien memang terpapar virus influenza A H3N2 Subclaude K. Konfirmasi ini penting untuk kepentingan ilmiah, kebijakan kesehatan, serta antisipasi jika terjadi mutasi lanjutan.
Meski demikian, dr. Husnul menyebut hingga kini belum ada laporan tambahan untuk periode Desember dan Januari. Hal ini mengindikasikan bahwa rantai penularan berhasil ditekan dan tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Walaupun seluruh pasien telah sembuh dan kondisi dinyatakan terkendali, Dinkes Kota Malang tetap mengimbau masyarakat agar tidak lengah. Pola hidup bersih dan sehat, penggunaan masker saat sakit, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala flu berat tetap menjadi langkah pencegahan utama.
Kewaspadaan ini penting mengingat virus influenza memiliki kemampuan bermutasi. Dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan, risiko penyebaran dapat ditekan tanpa menimbulkan kepanikan berlebihan di tengah masyarakat.
Kota Malang Dinilai Siap Hadapi Ancaman Kesehatan
Keberhasilan penanganan 17 kasus super flu ini menjadi indikator kesiapan sistem kesehatan di Kota Malang. Sinergi antara puskesmas, rumah sakit, laboratorium rujukan, dan pemerintah daerah terbukti mampu mendeteksi, menangani, dan mengendalikan kasus secara efektif.
Dengan pengawasan yang berkelanjutan dan komunikasi publik yang transparan, Kota Malang diharapkan tetap mampu menghadapi berbagai potensi ancaman kesehatan di masa mendatang, tanpa mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat secara luas.
Baca Juga : Aceh Tamiang Perlahan Bangkit dengan Dukungan Pemerintah
Cek Juga Artikel Dari Platform : globenews24

