Perbedaan UGD dan IGD dari Fungsi hingga Layanannya
Pentingnya Memahami Layanan Darurat Rumah Sakit
Setiap rumah sakit memiliki layanan darurat untuk menangani pasien dengan kondisi mendesak. Namun, masih banyak masyarakat yang menganggap UGD dan IGD adalah fasilitas yang sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan cukup mendasar, mulai dari fungsi, cakupan layanan, hingga jenis tenaga medis yang tersedia.
Memahami perbedaan UGD dan IGD sangat penting agar pasien atau keluarga dapat menentukan tempat yang tepat saat membutuhkan pertolongan medis dengan cepat. Kesalahan memilih fasilitas darurat dapat berdampak pada keterlambatan penanganan, terutama pada kondisi yang mengancam nyawa.
Pengertian UGD dan IGD
Secara istilah, UGD adalah singkatan dari Unit Gawat Darurat, sedangkan IGD adalah Instalasi Gawat Darurat. Keduanya sama-sama memberikan layanan 24 jam untuk kondisi darurat, tetapi memiliki perbedaan dalam tingkat pelayanan.
IGD umumnya terdapat di rumah sakit kecil, klinik, atau fasilitas kesehatan dengan layanan terbatas. Sementara itu, UGD biasanya berada di rumah sakit besar dengan sumber daya dan fasilitas yang jauh lebih lengkap.
Perbedaan Jenis Rumah Sakit dan Tenaga Kesehatan
Perbedaan paling mendasar antara UGD dan IGD terletak pada jenis tenaga medis yang tersedia.
Di IGD, pelayanan umumnya ditangani oleh dokter umum dan perawat. Mereka fokus pada penanganan awal dan kondisi medis ringan hingga sedang. Jika ditemukan kondisi yang lebih berat, pasien biasanya akan dirujuk ke rumah sakit yang memiliki UGD lengkap.
Sementara itu, UGD memiliki tim medis yang lebih komprehensif. Selain dokter umum dan perawat, tersedia pula dokter spesialis seperti spesialis penyakit dalam, bedah, jantung, saraf, hingga anestesi. Tenaga medis di UGD juga terlatih menangani pasien kritis dengan prosedur lanjutan.
Perbedaan Fasilitas Medis
Meski sama-sama beroperasi 24 jam, fasilitas antara UGD dan IGD sangat berbeda.
IGD biasanya hanya memiliki peralatan medis dasar untuk pertolongan pertama, seperti alat pemeriksaan tekanan darah, oksigen, obat-obatan standar, dan peralatan luka ringan.
Sebaliknya, UGD dilengkapi fasilitas medis yang jauh lebih lengkap, antara lain:
- Alat rekam jantung (EKG)
- Defibrillator untuk kejut jantung
- Monitor tanda vital intensif
- Fasilitas rontgen (X-ray)
- Laboratorium darurat
- CT scan atau USG
- Ruang tindakan dan operasi kecil
- Akses ke ICU untuk perawatan lanjutan
Kelengkapan ini membuat UGD mampu menangani kondisi yang benar-benar kritis.
Kondisi Medis yang Ditangani UGD
Unit Gawat Darurat menangani kasus-kasus yang berisiko tinggi dan berpotensi mengancam nyawa. Beberapa kondisi yang umum ditangani di UGD antara lain:
- Gangguan pernapasan berat seperti asma akut atau pneumonia
- Serangan jantung dan gangguan irama jantung
- Nyeri dada hebat
- Stroke dan kejang
- Cedera akibat kecelakaan lalu lintas
- Patah tulang dan dislokasi berat
- Keracunan obat, alkohol, atau gas beracun
- Perdarahan hebat
- Gangguan kejiwaan akut
Prosedur Umum yang Dilakukan di UGD
Di UGD, tenaga medis tidak hanya melakukan pemeriksaan awal, tetapi juga prosedur lanjutan untuk menstabilkan kondisi pasien. Prosedur yang sering dilakukan meliputi:
- Manajemen jalan napas dan pemasangan alat bantu napas
- Pemasangan infus untuk cairan dan obat
- Pemantauan jantung menggunakan EKG
- Tes darah darurat
- Pemeriksaan pencitraan seperti X-ray atau CT scan
- Endoskopi bila diperlukan
- Tindakan bedah darurat atau operasi kecil
Tujuan utama prosedur ini adalah menjaga kondisi pasien tetap stabil sebelum perawatan lanjutan.
Kondisi yang Ditangani di IGD
Berbeda dengan UGD, IGD lebih fokus pada kondisi medis ringan hingga sedang yang membutuhkan penanganan cepat, tetapi tidak mengancam nyawa secara langsung.
Beberapa kondisi yang biasa ditangani IGD antara lain:
- Nyeri otot dan punggung
- Luka sayat atau luka bakar ringan
- Muntah dan diare ringan
- Infeksi saluran pernapasan atas
- Infeksi saluran kemih
- Penyakit kulit ringan
- Keseleo atau nyeri sendi
- Sakit telinga
IGD berfungsi sebagai gerbang awal pelayanan medis sebelum pasien diputuskan boleh pulang atau perlu dirujuk.
Perbedaan Biaya Penanganan UGD dan IGD
Dari sisi biaya, layanan IGD umumnya lebih terjangkau. Biaya awal kunjungan IGD di beberapa rumah sakit di Indonesia bisa dimulai dari sekitar Rp25.000, tergantung kebijakan rumah sakit.
Sementara itu, UGD memiliki biaya yang lebih tinggi karena melibatkan fasilitas, alat medis, observasi intensif, serta pemeriksaan lanjutan. Biaya dapat meningkat signifikan apabila pasien memerlukan tindakan khusus atau rawat inap.
Tanggungan BPJS Kesehatan
Layanan UGD dan IGD ditanggung BPJS Kesehatan jika pasien memenuhi kriteria kegawatdaruratan medis. Artinya, kondisi pasien harus benar-benar darurat dan memerlukan penanganan segera.
Namun, jika pasien datang dengan kondisi yang tidak tergolong darurat, maka biaya layanan berpotensi tidak ditanggung BPJS dan harus dibayar secara mandiri.
Kesimpulan: Pilih Fasilitas yang Tepat
UGD dan IGD sama-sama memiliki peran penting dalam sistem pelayanan kesehatan. Perbedaannya terletak pada tingkat keparahan kondisi pasien, fasilitas, dan tenaga medis yang tersedia.
Jika kondisi pasien ringan hingga sedang, IGD sudah memadai. Namun, untuk kondisi berat atau mengancam nyawa, UGD di rumah sakit besar adalah pilihan yang paling tepat.
Dengan memahami perbedaan UGD dan IGD, masyarakat dapat mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat medis.
Baca Juga : Jenis Mentega Sehat untuk Gaya Hidup Modern
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : bengkelpintar

