Jangan Anggap Remeh Gigi Tiba-tiba Goyang saat Dewasa
Gigi Goyang Bukan Hanya Masalah Anak-anak
Banyak orang masih beranggapan bahwa gigi goyang merupakan hal wajar yang hanya dialami anak-anak saat masa pergantian gigi susu. Padahal, ketika kondisi ini terjadi pada orang dewasa, situasinya sangat berbeda dan tidak boleh dianggap sepele. Gigi dewasa seharusnya bersifat permanen dan stabil, sehingga kegoyangan tanpa sebab jelas patut diwaspadai.
Jika gigi terasa longgar meski tidak ada benturan, kecelakaan, atau cedera, kondisi tersebut sering kali menandakan adanya gangguan pada jaringan penyangga gigi. Masalah ini dapat berkembang perlahan tanpa disadari hingga akhirnya berujung pada kehilangan gigi secara permanen.
Penyakit Gusi sebagai Penyebab Utama
Pada orang dewasa, penyebab paling umum gigi goyang adalah penyakit gusi, khususnya periodontitis. Penyakit ini merupakan infeksi kronis pada jaringan gusi yang dapat merusak tulang penyangga gigi. Ketika tulang dan jaringan pendukung melemah, gigi kehilangan fondasinya dan mulai goyang.
Periodontitis sering kali berawal dari radang gusi ringan yang tidak ditangani dengan baik. Penumpukan plak dan bakteri di sekitar gigi memicu peradangan, yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan jaringan secara progresif. Tanpa perawatan, kondisi ini dapat berujung pada tanggalnya gigi.
Penjelasan Dokter Spesialis Periodonsia
Dokter Gigi Spesialis Periodonsia di Bethsaida Hospital Dental Center Gading Serpong, R. A. Syanti W. Astuty, menegaskan bahwa gigi goyang merupakan sinyal serius dari tubuh. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya masalah pada gusi dan tulang penyangga gigi yang tidak boleh diabaikan.
Ia menjelaskan bahwa dengan penanganan yang tepat dan dilakukan sejak dini, gigi yang mulai goyang masih memiliki peluang untuk diselamatkan. Terapi yang sesuai dapat menghentikan progresivitas penyakit dan mencegah kerusakan jaringan yang lebih luas.
Beragam Faktor Penyebab Gigi Goyang
Selain penyakit gusi, kegoyangan gigi pada orang dewasa juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor lain. Kecelakaan atau benturan keras pada area mulut bisa merusak jaringan penyangga gigi. Penyakit sistemik seperti diabetes melitus juga diketahui meningkatkan risiko gangguan gusi dan tulang.
Kebiasaan menggertakkan gigi atau bruxism turut menjadi faktor yang sering tidak disadari. Tekanan berlebih yang terjadi secara terus-menerus dapat melemahkan struktur penyangga gigi. Kombinasi dari faktor-faktor ini membuat gigi dewasa lebih rentan mengalami kegoyangan jika tidak ditangani secara medis.
Tingginya Prevalensi Penyakit Gusi di Indonesia
Penyakit gusi masih menjadi masalah kesehatan gigi yang serius di Indonesia. Prevalensinya mencapai angka yang tinggi dan lebih sering ditemukan pada kelompok tertentu, termasuk wanita. Kondisi ini membuat periodontitis tidak boleh dianggap sebagai masalah ringan atau sekadar gangguan estetika.
Tingginya angka penyakit gusi menunjukkan masih kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan gigi dan gusi secara rutin. Banyak orang baru mencari pertolongan ketika kondisi sudah cukup parah, seperti saat gigi mulai terasa goyang.
Pentingnya Penanganan Sejak Dini
Gigi goyang pada orang dewasa bukanlah kondisi yang akan membaik dengan sendirinya. Tanpa perawatan, kegoyangan dapat semakin parah dan berujung pada kehilangan gigi. Padahal, kehilangan gigi tidak hanya memengaruhi fungsi mengunyah, tetapi juga berdampak pada kesehatan mulut secara keseluruhan.
Penanganan sejak dini melalui pemeriksaan rutin ke dokter gigi menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Terapi periodonsia yang tepat dapat membantu mempertahankan gigi dan menjaga kesehatan jaringan penyangga dalam jangka panjang.
Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Gusi
Menjaga kesehatan gigi tidak cukup hanya dengan menyikat gigi dua kali sehari. Pemeriksaan rutin, pembersihan karang gigi, serta penanganan dini saat muncul keluhan merupakan bagian penting dari perawatan mulut. Kesadaran ini menjadi kunci untuk mencegah masalah serius seperti gigi goyang.
Dengan memahami bahwa gigi goyang pada orang dewasa adalah tanda peringatan, masyarakat diharapkan tidak menunda pemeriksaan ke dokter gigi. Semakin cepat masalah ditangani, semakin besar peluang untuk menyelamatkan gigi dan menjaga kualitas hidup tetap optimal.
Baca juga : Perkuat Pencegahan Stunting Berbasis Masyarakat
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : beritabumi

