Waspada 4 Penyakit yang Mengintai Saat Musim Hujan
Musim Hujan dan Ancaman Kesehatan
Musim hujan, terutama pada periode liburan akhir tahun, kerap membawa tantangan tersendiri bagi kesehatan masyarakat. Curah hujan yang tinggi, kelembapan udara yang meningkat, serta perubahan suhu yang tidak menentu menciptakan kondisi ideal bagi mikroorganisme penyebab penyakit untuk berkembang dan menyerang manusia.
Dalam situasi ini, daya tahan tubuh menjadi faktor utama penentu kesehatan. Ketika stamina menurun, virus, bakteri, maupun parasit akan lebih mudah menginfeksi tubuh. Oleh karena itu, menjaga kebugaran fisik dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat menjadi langkah penting agar terhindar dari berbagai penyakit yang umum muncul saat musim hujan.
1. Influenza yang Mudah Menyebar
Influenza merupakan salah satu penyakit yang paling sering muncul saat musim hujan. Virus influenza menyebar dengan cepat melalui cairan tubuh, seperti air liur dan ingus, terutama ketika seseorang batuk atau bersin tanpa menutup mulut dengan benar. Kondisi cuaca yang dingin dan lembap membuat virus ini lebih bertahan lama di lingkungan.
Gejala influenza umumnya meliputi batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam hingga sekitar 38 derajat Celsius, serta rasa lelah dan lesu. Pada beberapa orang, influenza juga dapat disertai mual, muntah, dan diare. Meski sering dianggap penyakit ringan, influenza dapat berdampak serius pada anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.
2. Demam Berdarah yang Mengintai di Genangan Air
Penyakit demam berdarah dengue (DBD) menjadi ancaman serius saat musim hujan karena meningkatnya populasi nyamuk. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang berkembang biak di air tergenang.
Gejala demam berdarah biasanya berupa demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri di belakang bola mata, mual, serta tanda-tanda perdarahan seperti mimisan atau gusi berdarah. Pada sebagian penderita, muncul pula bintik-bintik merah di permukaan kulit. Pencegahan paling efektif adalah dengan pemberantasan sarang nyamuk melalui langkah 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang, serta upaya tambahan seperti menggunakan obat nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan.
3. Diare Akibat Makanan dan Air Terkontaminasi
Diare juga menjadi penyakit yang sering meningkat saat musim hujan. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit. Beberapa bakteri yang sering memicu diare antara lain Escherichia coli, Salmonella, dan Shigella.
Gejala diare meliputi sering buang air besar, feses cair, tubuh lemas, pusing, serta tanda-tanda dehidrasi seperti kulit kering dan mulut kering. Jika tidak ditangani dengan baik, diare dapat berbahaya, terutama pada anak-anak dan lansia. Pencegahan diare dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi air matang, dan memastikan makanan diolah secara higienis.
4. Leptospirosis yang Berkaitan dengan Banjir
Leptospirosis merupakan penyakit yang sering dikaitkan dengan musim hujan dan banjir. Penyakit ini ditularkan melalui bakteri Leptospira yang terdapat dalam urine hewan, terutama tikus. Penularan dapat terjadi ketika bakteri masuk ke tubuh manusia melalui kulit yang terluka, selaput lendir, mata, hidung, atau makanan yang terkontaminasi.
Gejala leptospirosis antara lain demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, batuk, diare, mata merah, serta hilangnya nafsu makan. Penyakit ini kerap sulit dikenali pada tahap awal karena gejalanya mirip dengan flu atau demam biasa. Oleh sebab itu, kewaspadaan ekstra diperlukan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir.
Pentingnya Menjaga Stamina Tubuh
Keempat penyakit tersebut menunjukkan bahwa musim hujan bukan hanya soal cuaca, tetapi juga soal kesiapan tubuh menghadapi ancaman kesehatan. Menjaga stamina dengan pola makan seimbang, istirahat cukup, dan olahraga ringan secara rutin dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Selain itu, konsumsi air bersih dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar menjadi langkah sederhana namun efektif untuk meminimalkan risiko penyakit. Ketika tubuh dalam kondisi prima, risiko terinfeksi mikroorganisme penyebab penyakit akan jauh berkurang.
Banjir sebagai Risiko Tambahan di Musim Hujan
Selain penyakit, musibah banjir juga perlu diwaspadai saat musim hujan. Curah hujan yang tinggi, luapan sungai, serta keterbatasan kapasitas drainase sering menjadi penyebab utama terjadinya genangan air, terutama di kawasan perkotaan. Banjir tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga meningkatkan risiko penularan penyakit seperti diare dan leptospirosis.
Oleh karena itu, kesiapsiagaan menghadapi banjir dan penyakit harus berjalan beriringan. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengikuti imbauan kesehatan menjadi faktor penting dalam mengurangi dampak negatif musim hujan.
Kesimpulan: Waspada dan Siap Hadapi Musim Hujan
Musim hujan membawa berkah sekaligus tantangan. Influenza, demam berdarah, diare, dan leptospirosis adalah empat penyakit yang perlu diwaspadai karena sering meningkat pada periode ini. Dengan menjaga stamina tubuh, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta waspada terhadap banjir, masyarakat dapat meminimalkan risiko kesehatan.
Kewaspadaan dan pencegahan sejak dini menjadi kunci agar musim hujan dapat dilalui dengan aman, sehat, dan tetap produktif.
Baca Juga : Kapan Waktu yang Tepat Membersihkan Telinga?
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : kalbarnews

