3.368 Warga Karawang Mengungsi Akibat Tanggul Jebol
Ribuan Warga Mengungsi Akibat Banjir
Bencana banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sebanyak 3.368 warga terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi aman setelah banjir merendam permukiman mereka. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras berkepanjangan yang diperparah dengan jebolnya tanggul sungai.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menyampaikan bahwa proses pengungsian dilakukan dengan pendampingan tim petugas gabungan.
“Ribuan warga mengungsi dalam pendampingan tim petugas gabungan ke beberapa lokasi pengungsian,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resminya.
Total Hampir 12 Ribu Warga Terdampak
BNPB mengonfirmasi bahwa para pengungsi merupakan bagian dari total 11.924 warga yang terdampak banjir di Karawang. Sebagian warga masih bertahan di rumah dengan kondisi terbatas, sementara ribuan lainnya harus meninggalkan tempat tinggal demi keselamatan.
Banjir kali ini dinilai cukup serius karena telah berlangsung selama beberapa hari dan menyebabkan gangguan signifikan terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari akses jalan, kegiatan ekonomi, hingga layanan pendidikan.
Tanggul Sungai Jebol di Cilamaya Wetan
Salah satu penyebab utama banjir adalah jebolnya tanggul sungai di Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan. Peristiwa jebolnya tanggul tersebut dilaporkan telah berlangsung selama delapan hari dan hingga kini masih membutuhkan penanganan intensif.
Kondisi tanggul yang rusak membuat aliran air sungai meluap tanpa kendali, mempercepat genangan di wilayah sekitarnya. BNPB menilai perbaikan tanggul harus dilakukan secara cepat dan terukur agar dampak banjir tidak meluas ke wilayah lain.
15 Desa di Tujuh Kecamatan Terendam
Hingga saat ini, banjir telah merendam sedikitnya 15 desa yang tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Karawang. Wilayah Cilamaya Wetan hingga Telukjambe dilaporkan menjadi kawasan paling terdampak.
Genangan air mengakibatkan akses antarwilayah terputus dan menyulitkan mobilitas warga. Beberapa fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, dan pusat layanan masyarakat turut terdampak.
Ketinggian Air Capai 1,5 Meter
Berdasarkan pantauan tim petugas gabungan di lapangan, ketinggian muka air di sejumlah desa di Cilamaya Wetan mencapai hingga 1,5 meter. Kondisi ini membuat sebagian besar rumah warga terendam, bahkan ada yang nyaris tenggelam sepenuhnya.
Dalam situasi tersebut, proses evakuasi warga dilakukan menggunakan perahu karet dan perahu milik warga. Prioritas evakuasi diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.
Evakuasi dan Kebutuhan Dasar Jadi Prioritas
Abdul Muhari memastikan bahwa proses evakuasi serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi fokus utama penanganan darurat. Pemerintah bersama tim gabungan terus menyalurkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, dan kebutuhan kesehatan.
Selain itu, posko pengungsian telah disiapkan untuk menampung warga yang terdampak parah. Layanan kesehatan juga dikerahkan guna mencegah munculnya penyakit pascabanjir, seperti infeksi saluran pernapasan, diare, dan penyakit kulit.
Upaya Percepatan Pemulihan Tanggul
Di sisi lain, para ahli dan tim teknis terus melakukan pengkajian untuk mempercepat pemulihan tanggul yang jebol. Penanganan tanggul menjadi kunci utama agar banjir tidak terus berulang dan kondisi dapat segera dipulihkan.
BNPB menegaskan bahwa perbaikan darurat akan dilakukan sembari menyiapkan solusi jangka menengah dan panjang untuk memperkuat struktur tanggul di wilayah rawan banjir.
Waspada Potensi Banjir Susulan
Pemerintah daerah bersama BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Curah hujan yang masih tinggi di wilayah Jawa Barat berpotensi memperparah kondisi jika tidak diantisipasi dengan baik.
Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta mengikuti arahan petugas dan segera mengungsi apabila kondisi dinilai membahayakan. Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama dalam situasi darurat seperti ini.
Penanganan Darurat Terus Berlangsung
Hingga kini, penanganan darurat banjir di Karawang masih terus berlangsung. Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan yang memadai.
BNPB menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pemerintah daerah dan masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih. Dengan langkah cepat dan terukur, diharapkan dampak banjir dapat ditekan dan aktivitas warga bisa kembali berjalan normal dalam waktu dekat.
Baca Juga : Soroti Bali Kotor, Prabowo Minta Siswa Bersihkan Sampah
Cek Juga Artikel Dari Platform : ngobrol

